EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI ANGGOTA KOPERASI
Dalam UU No. 23 Tahun 1992 tentang
perkoperasian pasal 43 ayat 1 menyatakan bahwa usaha koperasi adalah usaha yang
berkaitan dengan kepentingan untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan anggota.
Koperasi seperti badan usaha lainnya memiliki keleluasaan gerak dalam
menjalankan usaha selama tidak menyalahi ketentuan perundang-undangan dan
ideologi normatif yang ada.
Dan yang akan dibahas yaitu :
A. Efek-Efek Ekonomis Koperasi Salah
satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para
anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana
(simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak.
Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan
kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan
penjual /pembeli di luar koperasi.
Pada
dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan
koperasi :
1.
Jika
kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
2.
Jika
pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat syarat yang lebih
menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar
koperasi.
B. Efek Harga dan Efek Biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi.
Sedangkan
tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis
yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan
koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya
harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara
tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila
dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap
harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota
dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang
lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
C. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan
Keberhasilan koperasi Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya
yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit
oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung
pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.
Semakin
tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima
oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya
adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat
dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.
D. Penyajian dan Analisis Neraca
Pelayanan Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan
lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan
koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan.
Ada
dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada
anggotanya :
1.
Adanya
tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2.
Perubahan
kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan
kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi
produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila
koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang
lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap
koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan
informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
CONTOH KOPERASI NYATA : KOPERASI
KONSUMSI DI SMA SEJAHTERA 1
Sebuah koperasi yang berada di
sekolah SMA Sejahtera 1 Depok. Dimana koperasi ini bergerak di bidang konsumsi
yaitu dimana koperasi ini menyediakan semua kebutuhan para anggota maupun non
anggota yang ada di sekolah tersebut.
Koperasi ini menjual makanan serta
minuman yang mereka jual sesuai dengan harga normal di warung-warung biasanya.
Susunan Anggota :
·
Ketua
atau Pemimpin Koperasi : Ibu Eli ( guru ekonomi )
·
Anggota
: Semua anak murid Kelas XI IPS
Sejarah Koperasi :
Koperasi ini termasuk juga usaha wirausaha.
Dan koperasi ini ada sejak adanya sekolah ini ada di depok.
Pembagian SHU
SHU di koperasi ini dibagikan kepada
murid-murid atau masing-masing anggota yang sudah kelas XII nantinya. Jadi SHU
ini disimpan dari kelas X hingga kelas XII nantinya.. Dan dikoperasi ini
terdapat uang simpanan wajib yang dibayarkan setahun sekali.
Ini adalah Contoh Foto Koperasinya
di SMA sejahtera 1 depok
gambar tampak luar Koperasi SMA
Sejahtera 1 (1)
gambar tampak luar Koperasi SMA
Sejahtera 1 (2
Referensi :
https://josephinejoe.wordpress.com/2013/11/24/bab-9-evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat-dari-sisi-anggota/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar