Selasa, 18 Oktober 2016

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI ANGGOTA KOPERASI

Dalam UU No. 23 Tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 43 ayat 1 menyatakan bahwa usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan dengan kepentingan untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan anggota. Koperasi seperti badan usaha lainnya memiliki keleluasaan gerak dalam menjalankan usaha selama tidak menyalahi ketentuan perundang-undangan dan ideologi normatif yang ada.
Dan yang akan dibahas yaitu :
A.    Efek-Efek Ekonomis Koperasi Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1.      Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
2.      Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.

B.     Efek Harga dan Efek Biaya Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi.
Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

C.     Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.
Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.

D.    Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan.
Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya :
1.      Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2.      Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
CONTOH KOPERASI NYATA : KOPERASI KONSUMSI DI SMA SEJAHTERA 1
Sebuah koperasi yang berada di sekolah SMA Sejahtera 1 Depok. Dimana koperasi ini bergerak di bidang konsumsi yaitu dimana koperasi ini menyediakan semua kebutuhan para anggota maupun non anggota yang ada di sekolah tersebut.
Koperasi ini menjual makanan serta minuman yang mereka jual sesuai dengan harga normal di warung-warung biasanya.
Susunan Anggota :
·         Ketua atau Pemimpin Koperasi : Ibu Eli ( guru ekonomi )
·         Anggota : Semua anak murid Kelas XI IPS

Sejarah Koperasi :
Koperasi ini termasuk juga usaha wirausaha. Dan koperasi ini ada sejak adanya sekolah ini ada di depok.

Pembagian SHU
SHU di koperasi ini dibagikan kepada murid-murid atau masing-masing anggota yang sudah kelas XII nantinya. Jadi SHU ini disimpan dari kelas X hingga kelas XII nantinya.. Dan dikoperasi ini terdapat uang simpanan wajib yang dibayarkan setahun sekali.

Ini adalah Contoh Foto Koperasinya di SMA sejahtera 1 depok
Description: gambar tampak luar Koperasi SMA Sejahtera 1 (1)
gambar tampak luar Koperasi SMA Sejahtera 1 (1)


Description: gambar tampak luar Koperasi SMA Sejahtera 1 (2)
gambar tampak luar Koperasi SMA Sejahtera 1 (2
Referensi :
https://josephinejoe.wordpress.com/2013/11/24/bab-9-evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat-dari-sisi-anggota/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar