1)
KOMUNIKASI LISAN DAN NEGOSIASI
Negosiasi
merupakan salah satu faktor terpenting dalam mengkomunikasikan keinginan kita
terhadap pihak orang lain. Keinginan yang telah kita susun rapih dalam suatu
proyek kegiatan/ program yang akan dilaksanakan baik itu pada skala kecil
maupun besar, dengan memerlukan pihak lain dalam mensukseskan proyek
kegiatan/ program tersebut ditentukan berhasil atau tidaknya dengan
proses negosiasi. Jikalau negosiasi kita kurang baik maka respon yang diterima
pihak lain kepada kita ataupun program kita itu kurang pula, yang lebih
jelek lagi jikalau mereka berpikiran buruk terhadap program kita serta
semua yang menjadi ruang lingkup kegiatan di luar program kita.
Dalam
pembahasan ini lebih banyak ditujukan kepada lawan bicara dengan teman, untuk
yang lainnya perlu dianalisa terlebih dahulu latar belakangnya. Dibedakan
kondisi dan situasi serta bentuk komunikasinya.
I.
Komunikasi
Definisi komunikasi yang diambil
dari berbagai referensi :
1. Komunikasi mengacu kepada tindakan,
oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi
oleh ganggguan, terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh
tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik (J.A. Devito, 1997).
- Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada di pikiran, konsep yang kita miliki, dan keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain.
- Komunikasi adalah seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan.
- Komunikasi adalah information interchange yakni pertukaran informasi yang dapat dilangsungkan melalui berbagai media (Rid.)
Bentuk komunikasi
1.
Visible
comunication : komunikasi yang terlihat oleh mata
dan terdengar oleh panca indera, komunikasi ini terdiri dari :
·
Komunkasi verbal : komunikasi dengan
menggunakan kata-kata atau dengan secara lisan
·
Komunikasi non verbal : deengan
menggunakan gerak tubuh (tangan mulut, wajah, kaki, baju, penampilan,
tindak-tanduk sehari-hari)
2.
Invisible
comunication: komunikasi yang hanya bisa
dirasakan oleh jiwa kita, setiap orang memiliki bentuk komunikasi ini hanya
pengalaman dan konsentrasi yang baik yang menentukannya.
II.
Negosiasi
Pengertian :
Negosiasi adalah proses
tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna
mencapai kesepakatan antar pihak yang satu dengan pihak yang lain.Negosiasi
salah satu cara memepengaruhi orang lain
Dalam
mempengaruhi orang lain terhadap pendapat kita negosiasi adalah salah satu cara
yang baik, karena disana akan terjadi yang namanya persetujuan kedua belah
pihak, tanpa adanya paksaan. Tidak dihindari pula dalam negosiasi ini berupa
konteks yang monolog (mentoring) jika yang diajak bicara oleh kita adalah orang
yang lebih muda ( yang mau diajak monolog). Ataupun dengan jalan pencarian
solusi bersama-sama dengan cara kita mengarahkan pada keinginan kita.
Bentuk negosiasi :
1.
Negosiasi secara langsung artinya
berhadapan langsung dengan kita.
2.
Negosiasi tidak langsung, misalnya
dengan melalui telepon.
III.
Contoh Kasus
Contohnya
; saat berkomunikasi dengan tatap muka langsung, selain itu komunikasi lisan
ini juga dapat dilakukan melalui alat yang berupa computer yang telah
dilengkapi dengan fasilitas konferensi jarak jauh ( computer teleconference )
dapat juga tatap muka yang melalui televise sirkuit tertutup ( closed cirkit
televise / cctv ).
2)
KOMUNIKASI DALAM TULISAN
I.
Pengertian :
Komunikasi
tertulis adalah membaca dan menulis. Kedua ragam komunikasi tertulis ini tidak
dapat dipisahkan satu sama lain, saling terkait erat. Seseorang membaca
(sebut:pembaca) suatu teks (menerima dan memahami pesan tertulis) karena ada
yang menulis. Sebaliknya, seseorang menulis (sebut:penulis) karena ingin
menyampaikan ide, informasi, atau perasaannya kepada orang lain. Tulisannya itu
berisi pesan yang akan dibaca baik oleh orang lain ataupun dirinya sendiri,
seperti
buku harian.
buku harian.
II.
Menurut Bovee dan Thill (1989)
dalam penyampaian pesan secara tertulis, mempunyai keuntungan yang sangat besar
yaitu :
a) Adanya peluang untuk mengontrol pesan.
b) Isi pesan yang disampaikan dapat memuat informasi yang sangat kompleks dan memerlukan uraian sangat detail.
c) Pesan yang disampaikan dapat didokumentasikan, sehingga dapat dimanfaatkan
untuk rujukan pada masa mendatang.
d) Pesan dapat disebabkan secara luas, ketika khalayak yang ingin dijangkau
sangat besar dan terpisah secara geografis.
III. Kekurangan dalam penyampaian pesan
secara tertulis
Meski
bahasa merupakan unsur yang sering kita gunakan dalam komunikasi sehari-hari,
bahasa memiliki sejumlah keterbatasan. Menguraikan keterbatasan bahasa
sebagai sarana komunikasi.
a) keterbatasan jumlah kata yang
tersedia untuk mewakili objek atau perasaan.
b) kata bersifat ambigu dan
kontekstual. Setiap kata (meskipun sama) berpotensi untuk dimaknai secara
berbeda oleh orang yang berbeda.
c) Komunikator tidak bisa
merinteraksi dengan audien secara langsung, melihat perubahan sikap yang
terjadi atau merespon sikap audien. Sehingga feedback dalam proses
komunikasi tersebut bersifat tidak langsung dan tertunda (no immediate
interaction).
IV.
Contoh Kasus
Contoh bentuk komunikasi tertulis
misalnya ketika melakukan surat-menyurat bisnis, seperti :
·
Membuat dan mengirim surat teguran
kepada nasabah yang menunggak pembayarannya.
·
Membuat dan mengirim surat aduan (
claim ) kepada pihak lain.
·
Membuat dan mengirim surat penolakan
kerja.
·
Membuat dan mengirim surat penawaran
harga barang kepada pihak lain.
·
Membuat dan mengirim surat
konfirmasi barang kepada pelanggan.
·
Membuat dan mengirim surat pemesanan
barang ( order ) kepada pihak lain.
·
Membuat dan mengirim surat
permintaan barang kepada pihak lain.
·
Membuat dan mengirim surat kontak
kerja kepada pihak lain.
·
Member informasi kepada pelanggan
yang meminta informasi produk-produk baru.